Thursday, 20 December 2018

Seminar Fisika: Tinjauan Fisis Sistem Pengangkutan Air Dalam Pohon Dan Paradoks Teori Tegangan Kohesi

Fluida adalah zat alir yang dapat mengalir (zalir), yang dapat berupa gas ataupun zat cair.


“Fluida adalah zat yang berubah bentuk secara kontinu (terus-menerus) bila terkena tegangan geser, betapapun kecilnya tegangan geser tersebut” (Streeter & Wylie, 1999: 3).

Menurut Serway dan Jewett (2009: 638), “Fluida adalah kumpulan molekul yang tersusun secara acak dan melekat bersama-sama akibat suatu gaya kohesi lemah akibat gaya-gaya yang dikerjakan oleh dinding-dinding wadah.” Dengan kata lain, fluida mudah berubah bentuk, tergantung dari tempat fluida itu berada.

Air termasuk dalam fluida. Disarikan dari Campbell (2002: 40) bahwa air adalah medium biologis di Bumi. Kehidupan di Bumi diawali di air dan selama 3 miliar tahun berkembang di sana sebelum berkembang ke daratan. 

Sedangkan diterjemahkan dari Nobel (2009: 45), “Air adalah penyusun pokok dari sel tumbuhan, baik di vakuola maupun dinding sel.” Diterjemahkan pula dari Kramer (1969: 3), “hampir setiap proses pada tanaman dipengaruhi oleh suplai air, baik secara langsung maupun tidak.”

Namun air harus melawan gravitasi untuk dapat sampai ke puncak pohon. Hal tersebut bukanlah mekanisme yang mudah, mengingat air hanya dapat diisap setinggi 10,3 meter oleh pompa vakum sebaik apapun. 

Tekanan atmosfer tidak dapat menahan satu kolom air yang melebihi tinggi tersebut. Di sisi lain, agar pohon dapat mentransportasikan air ke puncak setinggi 100 meter (seperti dijumpai pada pohon-pohon konifer), pohon harus menciptakan beda tekanan setidaknya 1 MPa atau 10 atm. Padahal, sel-sel penyusun jaringan pengangkut air xilem tersusun atas sel-sel mati.

Selama bertahun-tahun, teori tentang pengangkutan air silih berganti diusulkan. Teori tekanan akar yang mengusulkan bahwa akar mempunyai tekanan untuk mendorong air ke atas tidak berlaku di semua tanaman, terutama pohon tinggi. 

Osmosis pun demikian, tidak semua tanaman hidup di lingkungan yang memungkinkan terjadi osmosis air dari lingkungan ke dalam akar. Tanaman bakau dan sejenisnya yang hidup di air payau mengalami osmosis dengan arah berkebalikan, dari akar ke lingkungan. Kapilaritas pun bukan menjadi solusi. 
Diameter tabung xilem yang berkisar antara 20 sampai dengan 200 mikrometer hanya dapat menaikkan air kurang dari 1 meter. Tentu ada mekanisme lain yang digunakan pohon selain dugaan-dugaan tersebut.

Teori Tegangan Kohesi hadir menawarkan usulan mengenai mekanisme pengangkutan air ke puncak pohon, bahkan pohon tertinggi sekalipun. Namun hadirnya teori ini disertai dengan kritik dan bantahan.
Dalam Tulisan Pakgurufisika kali ini, saya akan kembali berbagi Makalah Seminar Fisika
“Tinjauan Fisis Sistem Pengangkutan Air Dalam Pohon Dan Paradoks Teori Tegangan Kohesi”.

Pembahasan Lebih lengkap Tentang Radiasi Tinjauan Fisis Sistem Pengangkutan Air Dalam Pohon Dan Paradoks Teori Tegangan Kohesi yang meliputi penjelasan mengenai Jaringan Pengangkut air pada pohon, Proses transpirasi, Fluida, Perubahan fasa zat, Air, Tegangan, dan Teori Tegangan Kohesibisa kalian lihat pada makalah yang saya lampirkan di bawah ini.

Untuk tampilan makalah Seminar Fisika sebagai berikut:



Jika teman-teman ingin mendownload file makalah tersebut, silakan unduh pada link di bawah ini:

Sekian postingan Pakgurufisika kali ini.
Terimakasih.
Semoga bermanfaat


EmoticonEmoticon