Wednesday, 26 December 2018

Mengapa bangunan-bangunan itu tampak berjalan?

Seri 2. Belajar Sambil Naik Mobil

Setelah sampai di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, ternyata paman sudah menunggu. Mereka segera berlari menuju paman mereka sembari tersenyum lebar.


“Ayo anak-anak, segera masuk mobil. Kita harus bergegas, bibi dan sepupu kalian sudah menunggu,” kata paman.

“Baik, Paman!,” kata Tono bersemangat.

Selama perjalanan, Tono terus melihat pemandangan kota Makassar dari balik jendela mobil. Pemandangan kota Makassar sedikit berbeda dengan pemandangan kota Jogja. Ia terus diam, hingga akhirnya mulai menyeletuk

“Kak, lihat bangunan-bangunan di pinggir jalan itu. Bangunan itu terlihat berjalan,” kata Tono

“Hahaha ... bukan bangunannya yang berjalan, Ton. Tapi, kita yang bergerak maju meninggalkan bangunan-bangunan itu. Bangunan-bangunan itu tetap diam, tidak berjalan,” kata Andi sambil tersenyum.


(sumber gambar: www.videoblocks.com)

“Kenapa bisa begitu, Ndi? Aneh sekali,” tambah Tono.

“Ya memang seperti itu, Ton. Sebenarnya, kita bergerak relatif terhadap bangunan itu. Coba kamu jelaskan, Ndi,” perintah Paman.

“Hmm ... begini, Ton. 
Gerak benda itu relatif terhadap pengamat atau tergantung sudut pandang pengamat. 
Kita sebagai pengamat yang diam dan bangunan-bangunan di pinggir jalan sebagai objek yang diamati. Karena mobil kita bergerak menjauhi bangunan itu, maka bangunan-bangunan itu tampak seperti berjalan menjauhi kita,” jelas Andi.

“Hmm ... berarti tergantung posisi pengamat ya, Kak?”

“Iya, Ton. Coba bayangkan kalau kamu berdiri di salah satu bangunan itu. Apa yang akan kamu lihat, apakah mobil ini akan tampak bergerak menjauhimu?

“Iya, Kak. Mobil akan tampak bergerak menjauh,”

“Yap, benar. Seperti itu lah, Ton. Tergantung posisi pengamat. 

Misalkan kamu berada di luar mobil, sedangkan kakak berada di dalam mobil, maka kakak akan melihat kamu yang berjalan menjauhi kakak. Dan sebaliknya, kamu akan melihat kakak yang berjalan menjauhimu.”

“Iya, Benar. Itulah yang dimaksud dengan gerak relatif,” tambah paman.
“Ahaaaa ... sekarang aku mengerti. Gerak bangunan-bangunan di luar tampak seperti ilusi,” kata Tono.
“Hahahaha ... bangunan-bangunan itu mengalami gerak semu, Ndi,” kata Andi.

“Gerak semu ... apa itu, Kak?” tanya Tono.
“Benda yang sebenarnya tidak bergerak, tetapi hanya tampak bergerak atau seolah-olah bergerak disebut mengalami gerak semu,” jawab paman
“Wahh ... baiklah. Sekarang aku mengerti. Terimakasih paman dan kakak!” ucap Tono sembari tersenyum.

Lulus dari Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret. Kini melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Kumoh National Institute of Technology Korea Selatan di departemen IT Convergence Engineering, Applied Chemistry. Full time researcher di Energy Electrochemistry Lab. Terimakasih sudah membaca curhatan saya. :) PS : I love hot tea and coffee plus creamer. no sugar. IG : @ifana.21


EmoticonEmoticon