Wednesday, 7 October 2015

Bagaimana Menentukan Jarak Bayangan (Maya) Ke Cermin ?

Cermin mungkin benda yang pasti kita lihat setiap hari, maksudnya bayangan pada cerminnya yang kita lihat. Saat berangkat sekolah, berangkat kerja, mungkin mau mencari makan di angkringan pun akan bercermin dulu. Apakah sudah ganteng /cantik maksimal atau belum,, hehe. 

Dengan cermin kita dapat melihat bagian yang sulit untuk dilihat oleh mata kita secara langsung. Cermin juga ada beberapa jenis, antara lain cermin datar, cekung, dan cembung, penggunaannya pun berbeda-beda. Penamaan cermin tersebut berdasarkan bentuk permukaan cerminnya.

anak sedang bercermin dengan cermin datar

Saat bercermin dengan cermin datar kita dapat melihat bayangan kita dimana letak bayangan seakan-akan di belakang cermin datar. Tentu saja saat kita mencari bayangan itu dibelakang cermin kita tidak menemukannya, karena bayangan tersebut adalah bayangan maya. Berbeda dengan bayangan nyata, seperti pada proyektor/LCD bayangan dari proyektor akan dapat ditangkap oleh layar putih. Jika ingin menentukan jarak bayangan nyata tinggal mengukur dengan mistar berapa jaraknya terhadap layar. 

Tetapi bagaimana dengan bayangan yang bersifat maya?
Apakah menggunakan mistar juga? 
Lalu mistarnya apa bisa dimasukkan kedalam cermin? 

Tidak hanya cermin datar saja yang dapat menghasilkan bayangan maya, cermin cekung dan cembung juga dapat menghasilkan bayangan maya, Lensa cembung juga dapat menghasilkan bayangan maya. Secara matematis perhitungan jarak bayangan dapat diketahui dengan persamaan

hubungan antara jarak fokus, bayangan dan benda

Namun bagaimana menentukan jarak bayangan melalui  percobaan ?

jarak pohon terhadap tiang listrik berbeda saat saat dilihat dari sudut yang berbeda

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan jarak bayangan maya adalah metode paralaks. Paralaks adalah berubahnya posisi benda di depan kita terhadap latar disebabkan pengamat yang berubah posisinya. Paralaks yang sering kita lihat adalah saat naik sepeda di jalan, tiang listrik yang didekat kita akan nampak bergerak terhadap pohon yang letaknya jauh dibelakang tiang tersebut, Sebenarnya pohon juga Nampak bergerak, tetapi lebih lambat. 

Semakin jauh letak benda terhadap pengamat maka gerak juga semakin lambat. Mula-mula yang dilihat dari jalan, tiang dan pohon Nampak dekat atau hampir sejajar lama kelamaan tiang akan bergerak menjauhi pohon. 
Bagaimana jika tiang dan pohon letaknya sama atau keduanya jaraknya sama dengan pengamat? 

Tentu saja tiang dan pohon akan bergerak dengan kecepatan yang sama, dan jarak antara tiang dan pohon tidak akan berubah walaupun dilihat dari sudut pandang manapun di sepanjang jalan.

Prinsip yang sama juga digunakan untuk menentukan jarak bayangan maya terhadap cermin. 
Untuk menentukan jarak bayangan benda dibelakang cermin (bayangan maya) letakkan benda atau jari anda di belakang cermin !
Lihatlah dengan mata kanan anda dan perhatikan jarak antar bayangan dengan jari anda, kemudian ganti lihatlah dengan mata kiri anda apakah jarak antara bayangan dengan jari anda berubah atau tetap !
Jika masih berubah maka geserlah jari anda agar saat melihat dengan mata kanan dan mata kiri jarak keduanya sudah tetap atau tidak berubah. 

Sama seperti kasus paralaks tiang dan pohon, karena jarak keduanya tetap dilihat dari kanan dan kiri (menggunakan mata kanan dan kiri) maka jarak beyangan ke cermin sama dengan jarak jari anda ke cermin. Untuk mengukur jarak bayangan di belakang lensa juga sama, dapat dilakaukan dengan metode paralaks tersebut. Dengan begini anda dapat dengan mudah mengukur jaraknya menggunakan mistar, yaitu dengan mengukur jarak jari anda ke cermin atau lensa.

Sekian, semoga bermanfaat

Referensi : Serway, Jewet. 2004. Physics For Scientific And Enginers With Modern Physics 6th Edition.USA: Cengage Learning


EmoticonEmoticon