Wednesday, 16 September 2015

TEORI FISIKA TENTANG HANTU ( Part 2)

Mendengar kata hantu Hantu... pasti kalian membayangkan hantu itu menyeramkan. Kebanyakan orang pasti takut dengan hantu. Atau mungkin dari pembaca sendiri pernah melihat penampakan hantu?

Hantu atau jin dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat bahkan di tayangan televisi mempunyai banyak kemampuan unik dan menarik
Apa? Menarik?
Beberapa kemampuan jin atau hantu diantaranya adalah Mereka dapat menghilang dari suatu tempat dan tiba-tiba muncul di belakang kita, dapat berubah-ubah bentuknya, dapat mengubah ukuran menjadi besar atau kecil seperti pada film Jin dan jun atau Tuyul dan mbakyul, dan Mereka juga dapat Menembus tembok rumah sehingga walaupun korban menutup pintu kamar si jin dapat masuk kamar tanpa membuka pintu tersebut.

Bagaimana hal ini dijelaskan secara fisika?


Pada tahun 1984 merupakan kelahiran dari Teori String atau Superstring, yaitu teori yang berupaya untuk menyatukan empat interaksi alam. Teori ini merupakan salah satu kandidat dari teori segalanya, dan kandidat yang lain yaitu teori yang kita kenal sebagai model standard.

Menurut teori ini alam semesta harus mempunyai 11 dimensi, yaitu 10 dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Memang sulit untuk dibayangkan, tetapi teori ini lahir dari persamaan matematika. dan sebenarnya masih banyak konsekuensi lain dari teori tersebut, yaitu mengenai adanya banyak semesta lain selain semesta kita dengan hukum fisika yang berbeda pula dari hukum fisika pada semesta kita tentunya. Mungkin ini yang dimaksud dengan alam lain oleh kebanyakan orang. 

Berdasarkan teori tersebut, dimungkinkan jin adalah makhluk dari dimensi yang lebih tinggi. Jika kita hidup pada tiga dimensi ruang dan kita termasuk makhluk tiga dimensi, artinya kita dapat bergerak dengan tiga derajat kebebasan, yaitu maju-mundur, kanan-kiri, dan atas-bawah. Sedangkan jin adalah makhluk dari dimensi yang lebih tinggi, misalkan dari empat dimensi, maka jin juga dapat bergerak dengan empat derajat kebebasan, tiga gerak yang sama yang dilakukan oleh kita dari tiga dimensi ditambah satu gerak pada dimensi ke empat. hal ini dapat menjelaskan kemampuan jin yang unik dan menarik tersebut.

1. Dapat berubah bentuk
Untuk memahami perbedaan Tiga dimensi dan Empat dimensi maka kita harus menyesuaikan dimensi yang sudah familiar dengan kita. Misalkan kita manusia adalah makhluk dua dimensi sedangkan jin adalah makhluk tiga dimensi.
Dari pelajaran matematika kita tahu bahwa benda 2 Dimensi contohnya adalah segitiga, lingkaran dan persegi, sedangkan benda 3 dimensi berupa kubus, balok, bola, kerucut dan lain-lain. Untuk memahaminya perhatikan gambar berikut.

Saat benda tiga dimensi, kerucut berada di atas bidang dua dimensi (XY) benda dari dua dimensi berupa segitiga tidak dapat meilhat kerucut tersebut karena “foton” yang digunakan oleh semesta dua dimensi tersebut hanya dapat bergerak pada bidang dua dimensi (XY) saja dan tidak dapat bergerak kearah sumbu Z. namun saat ujung kerucut tersebut menyentuh bidang XY maka pada bidang tersebut akan nampak sebuah titik dan inilah yang akan dilihat oleh benda dua dimensi (segitiga) tersebut. Namun jika kerucut menembus bidang dua dimensi secara tegak lurus pada bidang dua dimensi XY akan terbentuk bayangan berupa lingkaran, dan bayangan dua dimensi yang berupa lingkaran inilah yang akan nampak pada semesta dua dimensi itu (bidang XY).

Selanjutnya jika kerucut menembus bidang dengan arah miring akan nampak bayangan berupa elips, dimana semakin dalam kerucut tersebut menembus bidang bayangan dua dimensi yang dihasilkan juga akan semakin besar. Oleh makhluk dua dimensi berupa segitiga, bayangan dari kerucut pada bidang XY tersebut juga akan berubah-ubah pula. Dan inilah yang terjadi pada kita, jin yang terlihat oleh kita yang dapat berubah bentuk dan ukuran sebenarnya adalah bayangan tiga dimensi dari makhluk dengan dimensi yang lebih tinggi, kita tidak tahu bentuk aslinya, yang kita tahu adalah bayangan tiga dimensinya karena cahaya atau foton pada semesta kita hanya dapat bergerak dalam tiga derajat kebebasan.

2. Dapat muncul dan menghilang


Suatu bayangan kerucut pada bidang dimensi dapat menghilang dengan cara mengarahkan kerucut tersebut pada dimensi ke tiga, yaitu sumbu Z sehingga tidak ada bagian yang menyentuh bidang XY tersebut. Karena tidak ada yang menyentuh bidang XY benda dua dimensi yang berupa segitiga tidak dapat melihat bayangan tersebut dan dia mengira bahwa benda tersebut menghilang. Jika kerucut kembali menembus bidang akan tampak bayangan dua dimensi lagi sehingga si segitiga akan mengira benda tersebut muncul secara tiba-tiba entah dari mana.

Hal ini juga yang terjadi pada jin yang menghilang dan muncul seenaknya, ia bergerak dalam arah dimensi keempat atau mungkin lebih sehinnga kita tak dapat melihat jin tersebut.

3. Dapat menembus dinding


Misalkan segitiga ingin mengurung benda aneh tersebut yang sebenarnya adalah bayangan dari kerucut dengan sebuah dinding dua dimensi, yaitu berupa segiempat. Jika benda dua dimensi berada dalam bidang segiempat, ia tidak akan bisa keluar kecuali menghapus salah satu garisnya. Namun bayangan dari kerucut dapat menembus dinding segiempat tersebut. Caranya karena dinding tersebut hanya dua dimensi kerucut dapat bergerak pada sumbu Z kemudian bergerak searah dengan bidang XY kemudian menampakkan bayangannya di luar dinding segiempat tersebut dengan cara menembus bidang tersebut.

Segitiga akan menyangka bahwa benda aneh itu dapat menembus dinding sebab tidak mungkin ia dapat keluar dari dinding yang kokoh tanpa menjebolnya, kecuali dengan menembus secara serta merta dan mungkin ini yang terjadi pada jin yang kita lihat, ia bergerak pada dimensi keempatnya kemudian bergerak melewati dinding rumah kita dan muncul kembali pada bidang tiga dimensi kita. Dan kita akan mengiranya dapat menembus dinding rumah.

Itulah beberapa Teori tentang hantu dan penjelasan kemampuannya yang misterius.

Semoga bermanfaat

Referensi : 
Fisika modern di kehidupan sehari-hariBryan grene. The Elegant Universe


EmoticonEmoticon