Tuesday, 5 January 2016

Rahasia Fisika dibalik Kemampuan Kelelawar Terbang di malam hari

Kelelawar adalah salah satu hewan selain burung yang dapat terbang, namun berbeda dengan burung yang beraktivitas pada siang hari, kelelawar justru merupakan hewan yang aktif saat malam hari. Selain itu Kelelawar bukan berada pada Kelas Aves seperti Burung, namun berada pada kelas Mammalia (hewan menyusui).


Tentunya kalian sudah sering melihat kelelawar terbang pada malam hari, mereka mampu terbang cepat di keadaan Gelap tanpa menabrak sesuatu disekitarnya. Sangat jarang kita mendengar berita, ada seekor kelelawar yang menabrak pohon atau gedung saat mereka terbang, iya kan ??

Hmmm.. sebenarnya Bagaimana sih cara kelelawar dapat terbang pada malam hari, kok bisa-bisanya mereka gak nabrak pohon, gedung, kendaraan atau manusia padahal kan gelap ??

Apakah Kelelawar memiliki Penglihatan Super seperti Capung??

Indra penglihatan kelelawar yang sangat aktif dimalam hari faktanya sangat buruk dalam melihat benda/obyek yang jaraknya relatif jauh. Jadi jika kelelawar dikatakan memiliki penglihatan yang super, itu merupakan kesalahan dan tentu bukan hal tersebutlah yang menyebabkan kelelawar dapat terbang dimalam hari tanpa menabrak objek disekitarnya.

Lha terus apa coba ??
hmm...kalian sudah membaca tulisan tentang Rahasia Fisika Dibalik Keganasan kalajengking saat berburu mangsa ?
jika belum, coba baca terlebih dahulu !!

Sama Seperti kalajengking, Kelelawar juga menerapkan Konsep Fisika (Gelombang bunyi/suara), sehingga memungkinkan kelelawar dapat menghindari Tabrakan saat terbang dimalam hari dan dapat digunakan untuk mencari mangsa/makanan.

Seperti kalian ketahui bersama Gelombang Suara merupakan salah satu contoh Gelombang Longitudinal (gelombang yang arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya.
Saat kelelawar terbang dimalam hari yang Gelap, mereka menggunakan Transmisi (Pengiriman) gelombang suara untuk mencari mangsa, mendeteksi benda atau objek disekitarnya maupun mendeteksi rintangan terbangnya. Suara dengan frekuensi tinggi tersebut yang berasal dari mulut kelelawar merupakan Gelombang Ultrasonik yang tidak dapat dijangkau oleh pendengaran manusia.


Gambar diatas menunjukan ketika Kelelawar mendeteksi rintangan (pohon) yang ada didepannya.

Gelombang suara yang dihasilkan oleh mulut kelelawar akan bergerak menjauh, kemudian ketika mengenai objek atau benda disekitarnya, maka gelombang suara tersebut terpental dan terpantul yang mengakibatkan gelombang suara bergerak mendekati /menuju arah kelelawar. Pantulan gelombang (Gema) inilah yang akan memberikan Informasi pada kelewar akan ukuran, bentuk, jarak dan arah terhadap rintangan/objek yang berada didepannya, sehingga dengan informasi tersebut Kelelawar dapat menghindari rintangan/pohon yang ada didepannya.


Nah, gambar diatas menunjukan  kelelawar saat berburu mangsa (mencari makanan). Sama seperti saat menghindari rintangan, kelelawar menggunakan transmisi gelombang suara untuk berburu mangsa. Gelombang yang dipantulkan mangsa akan memberikan informasi jarak, arah dan ukuran mangsa, sehingga dengan menggunakan informasi tersebut kelelawar dapat menangkap mangsanya.

Bagaimana, sudah mengerti kan, mengapa kelelawar yang terbang dimalam yang gelap tanpa menabrak objek/benda disekitarnya ??

Sekian, Semoga bermanfaat


EmoticonEmoticon