Wednesday, 6 January 2016

Aplikasi Fisika Pada Pesawat Anti Radar

Fisika memiliki aplikasi yang sangat luas, baik didalam bidang kedokteran, pertanian, industri, transportasi maupun militer. Salah satu aplikasi Fisika dalam bidang Militer adalah Pesawat F-117A milik Amerika Serikat. Pesawat ini adalah pesawat pertama yang menggunakan teknologi siluman (stelth) yaitu tidak dapat terdeteksi oleh radar

Karena kemampuannya yang tidak terlihat oleh radar musuh, maka memudahkan pesawat tersebut untuk masuk kawasan musuh, mengintai, mengebom pusat komunikasi dan peralatan militer serta pulang tanpa diketahui. 

Kemampuan yang menakjubkan ini merupakan kombinasi dari desain serta bahan pesawat.


Radar memiliki bagian yang berupa pemancar dan penerima (receiver). Prinsip kerja radar sendiri adalah memancarkan gelombang mikro (elektromagnetik) dan jika terdapat benda (pesawat) maka gelombang tersebut akan dipantulkan oleh pesawat tersebut kembali ke penerima . Gelombang pantul ini diterima oleh receiver sehingga dari penerimaan gelombang oleh receiver ini dapat diketahui posisi benda tersebut.

Untuk tidak dapat terlihat oleh radar, maka gelombang mikro yang mengenai pesawat haruslah tidak dikembalikan ke penerima gelombang radar. Desain pesawat F-117 dirancang khusus untuk tidak menjadi non retroreflektor dari radar. Bentuk bagian bawah pesawat yang dibuat datar, serta seluruh panel luar pesawat datar dan bertemu pada sudut yang ganjil, Berbeda dengan bentuk pesawat biasa yang memiliki sudut yang tidak terlalu tajam pada bagian ujungnya. Hal tersebut mengakibatkan gelombang mikro yang datang pada permukaan badan pesawat tidak ada yang tegak lurus terhadap normal panel pesawat. 

Berdasarkan hukum pemantulan, gelombang yang datang membentuk sudut terhadap garis normal tidak akan dikembalikan ke sumber gelombang tetapi akan dipantulkan dengan sudut yang sama dengan sudut datang.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut!


Gelombang radar yang dipantulkan pesawat F-117 akan menghasilkan gelombang pantul yang arahnya berbeda dengan arah gelombang datang. Gelombang pantul ini tidak akan diterima oleh penerima radar yang mengakibatkan pesawat tidak akan terdeteksi.



Walaupun demikian, masih tetap ada gelombang yang dikembalikan ke radar. Untuk meminimalisir gelombang pantul ini, Pesawat F-117 dilapisi oleh suatu bahan penyerap gelombang elektromagnetik (gelombang mikro).

Seperti halnya gelombang bunyi yang dapat dipantulkan oleh dinding kemudian terjadi gema, gelombang bunyi dapat diserap oleh peredam suara berupa karpet atau bahan lunak lainnya agar bunyi tidak dipantulkan melainkan diserap.
Gelombang elektromagnetik juga dapat diserap, bahan penyerapnya bukan karpet seperti pada gelombang bunyi. Umumnya bahan penyerap gelombang mikro adalah bahan yang memiliki permitivitas dan permeabilitas tinggi. Bahan yang memiliki permeabilitas tinggi ini adalah bahan ferromagnetik seperti besi.

Salah satu contoh bahan penyerap gelombang mikro adalah Fe3O4. Namun keefektifan bahan penyerap tersebut juga tergantung dari frekuensi gelombangnya. Ketebalan bahan penyerap juga mempengaruhi penyerapan gelombang tersebut, namun tidak seluruh gelombang mikro ini dapat diserap. Walaupun demikian, intensitas gelombang pantul yang diterima sangatlah kecil, hal tersebut sudah dapat mengecoh radar bahwa benda yang terdeteksi tersebut bukanlah benda yang besar seperti pesawat.

Sekian, semoga bermanfaat

1 comments so far

Banyak jenis bahan material pesawat


EmoticonEmoticon